Wacana

Terlalu kecil bila kita taruh Soekarno hanya sebagai seorang nasionalis. Dengan segala gagasan yang ia cetuskan, Soekarno adalah seorang Nasionalis Kiri. Lebih jauh lagi, Soekarno adalah seorang Marxis. Ketimpangan sosial-ekonomi, ketidakadilan, penindasan, eksploitasi, intimidasi, yang dibawa kolonialisme membuat...

Diskusi di hari kedua Belok Kiri.Fest, selain diisi dengan pembahasan buku Sejarah Gerakan Kiri Indonesia untuk Pemula, juga ada sesi diskusi dengan tema “Kebudayaan yang Emansipatoris.” Sesi ini diisi oleh tiga orang narasumber: Sandyawan Sumardi (aktivis gerakan sosial), Iwan Pirous (antropolog) dan Tia Pamungkas...

David Graeber adalah seorang antropolog di Goldsmiths, Universitas London, dan penulis buku ‘Aksi Langsung: Sebuah Etnografi’. Ia juga salah satu orang pertama yang terlibat dalam pengorganisasian gerakan protes ‘Duduki Wall Street’. Menurutnya, orang yang datang dengan tuntutan tidak memahami maksud dari gerakan...

Di sebuah perpustakaan di toko buku Ultimus, Samsir sedang duduk santai membaca majalah Tempo yang mengulas sosok Sutan Sjahrir, perdana menteri pertama Indonesia era pemerintahan Sukarno. Sore itu kota Bandung gerimis. Sambil menikmati kopi panas, kami ngobrol tentang Sjahrir yang dinilai telah berhasil melakukan...

Konferensi di bawah Tirani Modal 2008 — Konferensi Warisan Otoritarianisme: Demokrasi dan Tirani Modal, sore tadi, 07 Agustus 2008 berakhir setelah berlangsung 3 hari di Universitas Indonesia, Depok. Acara penutupan ditandai dengan pembacaan resolusi konferensi. Ada 500 orang akademisi, intelektual, aktivis dari...

Kebebasan politik pada era reformasi ini dianggap banyak pihak sebagai awal perubahan menuju sebuah kehidupan sosial yang adil. Tapi, itu tak terjadi. Reformasi gagal. “Demokrasi di Indonesia jauh panggang dari api, reformasi menuju kegagalan,” kata Arbi Sanit, seorang pengamat politik dari Universitas Indonesia. Ia...

Konferensi di bawah Tirani Modal 2008 — Arus besar neoliberalisme kian menggulung humanisme. Dia bersekutu dengan kekuatan konservatif lokal untuk memperbesar arus dan masuk ke rongga-rongga kehidupan rakyat. Rakyat miskin semakin terancam nasibnya, lingkungan hancur dan budaya lokal semakin tergerus dari peradaban....

Konferensi di bawah Tirani Modal 2008 — Ibarat kawan lama datang bercerita. Perjumpaan itu langsung terlihat akrab. Para peserta diskusi dan pembicara langsung tenggelam dalam obrolan kecil. Terdengar riuh seperti bunyi lebah. Perjumpaan ini berlangsung di sebuah kelas kuliah berukuran 6 x 10 meter persegi. Gedung...

Konferensi di bawah Tirani Modal 2008 — Qaryah Thayyibah bukanlah nama seorang kiai dari Timur Tengah. Bukan juga nama mazhab baru. Qaryah Thayyibah adalah sebuah nama sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP) yang berada di Kalibening, Salatiga, Jawa Tengah. Sekolah yang dikelola oleh Bahruddin ini berbeda dengan...

Konferensi di bawah Tirani Modal 2008 — Dari sudut budaya, konferensi Warisan Otoritarianisme; Demokrasi di Bawah Tirani Modal, hari ini bicara soal seni rupa di tengah komodifikasi pasar. Ada tiga pembicara; Marco Kusumawijaya, ketua Dewan Kesenian Jakarta, Agus Mediarta dari Komunitas Film Independen dan Aminudin TH...