Kerja mendapatkan kedudukan penting dalam setiap analisis Marx. Marx pun membedakan kerja sebagai kerja (work) dan kerja sebagai kerja sosial (labor). Secara etimologis dalam bahasa Indonesia tidak ada perbedaan mendasar dari kata “kerja” tersebut. Namun, Marx membedakan antara work dan mana labor. Kita lihat perbedaannya pada tulisan singkat ini.

Kerja (work) adalah aktivitas produksi yang dilakukan secara perorangan. Kerja perorangan disebut kerja-kongkret. Kerja-kongkret adalah kerja tertentu yang dicurahkan orang per orang sebagai dasar dari kerja dalam pengertian work. Contoh, ketika ada seorang ahli masak yang mempunyai keahlian membuat martabak telur, itu disebut sebagai kerja kongkret. Seorang ahli masak yang membuat sendiri martabak telur tanpa memerlukan bantuan orang lain, karena keahlian individu yang menjadi basis dari kerja work ini.

Berbeda dengan penjelasan di atas, kerja (labor) adalah serentetan kejar-kerja produktif yang menjurus ke golongan sosial dalam suatu corak produksi tertentu. Contohnya, seorang ahli masak memang tidak perlu bantunan dari orang lain untuk membuat martabak karena sudah menjadi keahliannya. Tetapi, perlu diperhatikan bahwa bahan-bahan yang digunakan untuk membuat martabak tidak mungkin dibuat oleh seorang ahli masak sendiri (individual). Ada kerja-kerja lain yang memungkinkan seorang ahli masak dapat membuat martabak. Bahan untuk membuat martabak, seperti tepung, telur, garam, daun bawang, minyak, daging, penyedap rasa dan sebagainya yang bukan hasil kerja seorang pembuat maratabak. Bahan-bahan tersebut merupakan hasil kerja-kerja sosial produktif (labor) dari individu lain yang terkategorisasi dalam suatu corak produksi tertentu. Dalam konsepsi Marx, labor inilah yang disebut kerja-abstrak. Dikatakan demikian, karena untuk membuat martabak dibutuhkan individu lain yang memproduksi bahan-bahan untuk membuat martabak. Antara lain, hasil kerja seorang peladang, hasil kerja seorang peternak dan hasil kerja seorang petani garam. Dalam konteks inilah kerja work dikondisikan oleh kerja labor.

Kerja ahli dan kerja sosial[1] hidup dalam setiap struktur masyarakat. Maksudnya, adalah suatu kepastian bahwa setiap tatanan masyarakat melakukan aktivitas produksi. Mengapa? Karena untuk adanya masyarakat harus ada terlebih dahulu orang-orang yang hidup dan berusaha untuk memenuhi kebutuhannya (melakukan aktivitas produksi).

Marx memandang bahwa masyarakat merupakan suatu mekanisme cara kerja kehidupan sosial. Karena itu, yang membuat masyarakat terus langgeng adalah adanya aktivitas produksi yang berguna untuk memenuhi kebutuhan sarana hidupnya. Marx secara jeli melihat masyarakat sebagai suatu mekanisme melalui corak produksi. Untuk mempermudah penjelasan tengok diagram corak produksi (mode of production) berikut ini:

moda-produksiDari diagram di atas terlihat bahwa pertama-tama corak produksi terbagi atas dua kategori besar yaitu, basis dan superstruktur. Basis menjadi hal terpenting dalam analisis atas corak produksi karena merupakan pusat dari setiap tatatan masyarakat. Basis terbagi dalam dua bagian.

Pertama, daya-daya produksi (forces of production), yaitu tenaga kerja produktif yang dimiliki oleh setiap orang dalam suatu struktur masyarakat. Tenaga kerja adalah kapasitas manusia untuk memproduksi satu unit ekonomi yang ukurannya adalah lama curahan tenaga kerja. Contoh, untuk memenuhi kebutuhan air, manusia harus mengeluarkan tenaga kerjanya untuk mengambil air di sumur atau di sungai dan bukan tidak mungkin jika hasil produksi berlebih nanti akan ditukarkan dengan barang lain yang basis pertukarannya jumlah waktu curahan kerja.

Kedua, adalah sarana produksi. Sarana produksi adalah sesuatu[2] yang dapat memungkinkan daya-daya produksi (tenaga kerja) dapat dikerahkan. Contoh, setiap orang yang memiliki tenaga kerja pasti membutuhkan lahan yang nanti akan dijadikan sawah jika hendak memproduksi padi. Artinya, memiliki tenaga kerja saja tidak cukup untuk membentuk basis produksi tetapi harus ada sarana sebagai syarat untuk melakukan aktivitas produksi. Contoh lainnya, untuk mempercepat panen petani membutuhkan hewan kerbau sebagai sarana untuk membajak sawah.

Tanpak bahwa hubungan antara sarana dan daya produksi bersifat timbal balik. Keduanya saling mengkondisikan untuk membentuk basis. Namun, sering kali sarana produksi memainkan peran penting dibanding daya produksi. Maksudnya, sarana produksi itu tidak terkait hanya sekadar barang, lahan, ataupun alat perkakas,  juga ilmu pengetahuan dan teknologi. Inilah yang memungkinkan berkembangannya kekuatan produktif dalam suatu tatanan masyarakat. Misal, berubahnya teknologi membajak sawah yang dulunya memakai hewan kerbau berkembang seiring dengan majunya ilmu pengetahuan yang melahirkan traktor. Hal ini tentu berimplikasi pada kekuatan produktif dalam suatu masyarakat, karena membajak dengan menggunakan traktor akan jauh lebih cepat dibanding hanya menggunakan hewan kerbau. Itulah sebab mengapa sarana produksi memainkan peran penting dalam basis dari corak produksi.

Relasi antara daya dan sarana produksi disebut sebagai relasi sosial produksi. Relasi sosial produksi inilah yang menjamin eksistensi masyarakat. Untuk adanya masyarakat harus ada orang-orang yang hidup dan beraktivitas untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun, orang-orang yang hidup dalam suatu struktur masyarakat tidak hanya ingin hidup dalam relasi sosial produksi. Mereka juga hidup dalam relasi sosial non-produksi yaitu, relasi dalam kategori superstruktur. Superstruktur adalah struktur bagian atas dalam suatu tatanan masyarakat secara keseluruhan. Relasi sosial yang terjadi pada superstruktur adalah relasi sosial non produksi, seperti penanaman idelogis, agama, seni atau bahkan penciptaan kelompok imaji seperti negara dan bangsa menjadi hal pokok yang terjadi dalam kategori bagian superstruktur.

Perlu digarisbawahi bahwa prasyarat bagi terbentuknya relasi sosial superstruktur adalah basis produksi yang di dalamnya terjadi relasi sosial produksi–basis mengkondisikan superstruktur. Namun, bukan tidak mungkin dalam batas-batas tertentu superstruktur dapat mempengaruhi basis produksi. Misalkan, dalam corak produksi kapitalisme kekuatan relasi superstruktur bisa dikatakan sangat kuat pengaruhnya ke dalam basis produksi. Untuk menjaga relasi produksi kapitalisme, para kapitalis akan selalu melindungi kedudukannya melalui kebijakan politik. Relasi politik dalam tatanan superstruktur (negara) sangat mempengaruhi tegapnya kondisi basis produksi kapitalisme yang mewujud dalam undang-undang tentang hak kepemilikan pribadi absolut atas tanah.

Relasi superstruktur seolah dapat terus-menerus mempengaruhi basis produksi. Tetapi perlu diingat kembali postulat objektifnya, basislah yang mengkondisikan superstruktur. Superstruktur hanya dapat mempengaruhi pada batas-batas tertentu sejauh itu tidak berlawan dengan relasi yang terjadi pada basis. Sebab, manusia akan selalu berusaha memenuhi syarat-syarat material yang membuatnya tetap ada sebagai metabolisme struktural. Aktivitas seperti itu tercermin dalam kecenderungan relasi sosial produksi yang terjadi pada basis, bukan dalam relasi sosial non produksi (superstruktur).

Untuk tetap berjalannya relasi sosial produksi pada basis harus ada yang namanya reproduksi. Basis senantiasa terkait dengan produksi dan reproduksi syarat-syarat material untuk keberlangsungan suatu tatanan masyarakat. Artinya, syarat material suatu masyarakat seperti tenaga kerja, perkakas, sistem teknologi, energi dan bahan baku harus direproduksi karena tenaga kerja seseorang akan terkuras habis jika dipakai terus-menerus. Caranya dengan beristirahat, liburan, bersenang-senang dan bukan tidak mungkin untuk digantikan dengan tenaga kerja baru. Oleh sebab itu, reproduksi cenderung mengarah ke syarat immaterial, sementara produksi bertendensi ke syarat materil.

Catatan Kaki

[1] Saya menyimbolkan work sebagai kerja ahli dan labor sebagai kerja sosial.

[2] Saya menganggap bahwa sarana produksi tidak hanya berbentuk benda seperti, perkakas, lahan, tempat melainkan juga, ilmu pengetahuan dan teknologi yang nyatanya malah tidak berwujud namun sangat berpengaruh dalam relasi sosial produksi.

Foto: Corbis Images

About the Author

Related Posts

Dalam corak produksi kapitalisme, tenaga kerja manusia adalah sebuah komoditi kunci yang unik....

Marx memulai analisis dari jenis petukaran komoditi yang paling sederhana yaitu, pertukaran...

Sebagai teman membaca Das Capital, sangat disarankan kita pun membaca buku Understading Capital...

Leave a Reply