Membedah Animal Farm

Peristiwa  /   /  By Barra

Meski cuaca sore ini sedang diguyur hujan, tidak mematahkan semangat kawan-kawan untuk hadir di acara diskusi buku yang diselenggarakan Perpustakaan Apresiasi. Kali ini  membahas sebuah novel berjudul Animal Farm karya George Orwell. Buku ini merupakan sebuah novel alegori politik yang ditulis semasa perang dunia ke-2 sebagai satir terhadap totalitarianisme Uni Soviet.

Diskusi dimulai tepat pukul 17.15 WIB bertempat di kantin FKB, Telkom University. Pemantik diskusi adalah Syarif Maulana, dosen dan penulis. Acara diskusi kali berjalan dengan suasana akrab dan lancar.

Di awal diskusi Syarif Maulana mengatakan, “hal yang sangat penting dalam literatur adalah seorang penulis harus mempunyai misi. Seperti halnya novel Animal Farm, Orwell menulis buku ini sebagai kritik terhadap totaliterisme Uni Soviet yang dipimpin oleh Stalin pada saat itu.”

Membahas novel Animal Farm karya George Orwell. Hari Selasa, 22 Maret jam 5 sore di Kantin FKB.

Animal Farm adalah sebuah novel satiris yang ditulis semasa perang dunia II dan diterbitkan pada tanggal 17 Agustus 1945. Novel ini bercerita tentang sekelompok hewan yang menggulingkan kekuasaan manusia di sebuah peternakan yang mereka miliki. Suatu malam, Mayor, si babi tua yang bijaksana, mengumpulkan para binatang di peternakan untuk bercerita tentang mimpinya. Setelah sekian lama hidup di bawah tirani manusia, Mayor mendapat visi bahwa kelak sebuah pemberontakan akan dilakukan binatang terhadap manusia; menciptakan sebuah dunia di mana binatang akan berkuasa atas dirinya sendiri.

Tak lama, pemberontakkan benar-benar terjadi. Kekuasaan manusia digulingkan di bawah pimpinan dua babi cerdas Snowball dan Napoleon. Namun, kekuasaan ternyata sungguh memabukkan. Demokrasi yang digaungkan perlahan berbelok kembali menjadi tiran di mana pemimpin harus selalu benar. Dualisme kepimpinan tak bisa dibiarkan. salah satu harus disingkirkan walau harus dengan kekerasan.

”Buku ini mengisahkan tentang pemberontakkan para hewan terhadap tirani kekuasaan manusia, pemberontakan para hewan dipimpin oleh dua babi cerdas bernama Snowball dan Napoleon. Setelah pemberontakkan itu berhasil dilakukan, kemudian para hewan membuat tujuh aturan untuk para hewan, kesimpulan dari tujuh aturan tersebut adalah bahwa semua binatang itu sama dan semua manusia itu jahat. Selanjutnya, peternakan dipimpin oleh seekor babi bernama Snowball. Saat Snowball memimpin, para hewan  mengalami masa terbaik yang pertama kali dirasakan selama tinggal di peternakan; semua pangan tercukupi, para hewan tidak perlu berkerja terlalu keras. Namun terjadi dualisme kepimpinan antara Snowball dan Napoleon. Kemudian dengan cara kekerasan Napoleon menyingkirkan Snowball dan mengusirnya dari peternakan. Setelah Napoleon memimpin, peraturan tentang tujuh aturan kehewanan pun direvisi untuk kepentingan kepimpinannya. Kekuasaan yang diagungkan pun menjadi sebuah boomerang untuk para hewan penghuni peternakan.”

“Yang menarik adalah ketika Snowball memimpin, dia selalu mengadakan pertemuan dengan seluruh penghuni peternakan setiap satu minggu sekali, menghimpun suara para hewan yang digunakan untuk mengambil keputusan yang berguna memakmurkan semua hewan di peternakan. Namun, ketika Napoleon memimpin, hal itu dihilangkan, semua keputusan tergantung kepada dirinya sendiri.” Ujar salah satu peserta diskusi

”Terkadang ketika kekuasaan sudah tampil maka, muka-muka buruk penguasa akan tampil. Yang menarik adalah Orwell membuat sebuah kritik dengan menggunakan fabel dan saya tidak tahu mengapa ia memilih seekor babi sebagai seorang pemimpinnya mungkin karena babi adalah hewan pemakan segalanya, menunjukkan sebuah keserakahan”.

Di buku ini Orwell juga mengkritik kapitalisme di mana ketika manusia memimpin semua binatang dipaksa untuk bekerja keras dan diberi pangan yang secukupnya, ketika Napoleon memimpin ia berkuasa seperti halnya manusia.

Penyerangan kembali oleh Pak Jones pemilik peternakan tersebut yang dibantu oleh para teman-temannya, akhirnya pertarungan tersebut dimenangkan kembali oleh para hewan dan peristiwa tersebut diberi nama pertarungan bangsal sapi. Mengingatkan saya kepada “Rusia Civil War” yang dimana para mantan pengikut Tsar dibantu oleh Negara sekutu seperti Amerika, Inggris, dan Polandia  yang kembali menyerang kekuasaan kaum Bolshevik saat itu.

Proses revolusi Bolshevik pada akhirnya menghantarkan Rusia sebelum kekuasaan Stalis menjadi Negara yang sukses menjungkalkan dominasi kekaisaran feodal, dan berdiri menantang dunia bahwa kekuasaan pemerintahan kolektif kaum pekerja dan partai revolusioner adalah mungkin.

Di menit-menit akhir diskusi, antusiasme tak surut, dan pihak penyelenggara mengakhiri diskusi tentang buku Animal Farm. Di lain hari tentu akan dilakukan diskusi buku lain. Perpustakaan Apresiasi memang akan mencoba berkomitmen menghidupkan atmosfer diskusi akademis dan teoritik, terutama di kampus yang dekat sekali dengan proses kapitalisasi pendidikan ini. Harapannya, Perpustakaan Apresiasi bisa memberi isian kesadaran kepada civitas akademika dengan gagasan-gagasan yang akan mengarah pada persoalan bagaimana mendekatkan intelektual kampus dengan realita objektif penindasan, lalu terlibat dalam upaya mengubahnya.

Gambar: Youtube

About the Author

Related Posts

Chaotic Jumps merupakan tajuk pameran tunggal oleh seniman media baru (new media art) Krisna Murti...

Sabtu 27 Februari 2016, seperempat jam sebelum pukul empat sore, puluhan orang berkumpul di...

Sejarah berulang dalam dua bentuk, berkecambah sebagai tragedi atau tumbuh sebagai lelucon....

Leave a Reply