Antropolog di dalam Masyarakat Kapitalis Maju

Di dalam perkembangan tulisan ini, saya telah ajukan bahwa dari sudut pandang Marxis tidak bisa ada disiplin antropologi yang berdiri sendiri. Kita tidak bisa membangun suatu cermin antropologis yang di dalamnya kita temukan pantulan Manusia universal dasariah karena semua individu ditentukan hubungan-hubungan sosial historis tertentu. Tidak pula kita temukan kesatuan teoritis dengan membatasi diri kita pada kajian masyarakat prakapitalis atau primitif karena keserupaan mereka terletak di dalam apa yang bukan mereka alih-alih di dalam apa itu mereka sebetulnya.

Namun masih ada alasan tambahan perlunya penyatuan antropologi dengan ilmu sejarah dan ilmu-ilmu sosial lain. Apabila kita sedang memahami yang liyan, maka kita harus memahami diri kita sendiri di dalam dunia sosial kita—sebagai peneliti dan pendidik yang menghasilkan ilmu sekaligus ideologi di dalam konteks masyarakat kapitalis maju. Kita tidak bisa mengesampilkan cara produksi kapitalis dari semesta analitis kita. Semua masyarakat yang kita temui untuk dikaji mesti dipahami sebagai suatu pertautan cara-cara produksi kapitalis dan bukan-kapitalis. Semua pengetahuan yang kita hasilkan haruslah menerobos gambaran keliru dari mistifikasi ideologis kita sendiri.

Banyak antropolog hari ini amat kritis terhadap tautan fungsional antara disiplin mereka dan aparat-negara represif selama periode kolonial (Gough 1968, Stauder 1971). Namun, apa yang mesti kita masukkan ke dalam konteks itu ialah ambiguitas kedudukan antropolog kolonial (James 1973) sekaligus analisis yang secara politis relevan atas peran-peran kita sendiri sebagai fasilitator imperialis dan dukun ideologis.

Ketika Marx menulis tentang ideologi, dia menyarankan kita untuk menemukan segel-segel mistis praktik sosial kontradiktif di dalam penelusuran sejarah dan hukum-hukum alam. Pencarian atas asal-usul dan atas semesta-semesta biologis sama-sama punya tempat di dalam perkembangan teori antropologis. Namun kita juga punya aliran ideologis lain yang mesti diuraikan—menjelaskan konflik sosial historis di dalam konteks semesta-semesta sosial. Kelas hanya menjadi perwujudan dari kecenderungan pemeringkatan di dalam semua sistem-sistem sosial; rasisme di dalam masyarakat Amerika sekadar bagian dari masalah-masalah batas-batas kesukubangsaan.

Dengan demikian, teori kritis, penguakan mistifikasi ideologis, merupakan aspek pokok antropologi Marxis dan telah dikerjakan secara luar biasa baiknya oleh orang-orang semacam Talal Asad (1972, 1973). Namun, sebagaimana Marx bersiteguh di dalam The German Ideology, teori kritis tidak cukup mengubah dunia. Arti pendekatan Marxis bagi antropologi muncul hanya ketika materialisme historis ditautkan pada tujuan-tujuan revolusioner Marxisme-Leninisme. Pengetahuan ilmiah atas dunia kita harus memberi masukan perjuangan-perjuangan politis yang mengubah dunia.

Ilmu senantiasa mengajukan beberapa pertanyaan dan bukan yang lain. Di dalam konteks Marxis pertanyaan-pertanyaan ini mestinya tidak diturunkan semata-mata dari memainkan teori, tapi lebih dari penerapan teori ke situasi-situasi historis yang sedang berubah secara konkret dan terus-menerus. Fokus saat ini dari karya Marxis di dalam antropologi—imperialisme, ideologi, rasisme dan kesukubangsaan, perempuan dan rumahtangga—semuanya ialah wilayah-wilayah yang memerlukan penjernihan teoritis supaya bisa memahami masalah-masalah politis kontemporer. Sampai taraf tertentu, maka antropologi Marxis mestilah suatu antropologi terapan, universitas dan ruang kelas sebagai pusat perjuangan politis, dan praksis sebagai aspek esensial untuk proses pembuktian.

Daftar Pustaka

Althusser, L. (1970) For Marx. New York: Vintage Books.
Althusser, L. (1970a) “Sur le Rapport de Marx à Hegel”, dalam J.Hyppolite (ed.) Hegel et la Penseé moderne, h. 85-112. Paris: Presses universaires de France.
Althusser, L. (1971) “Ideology and ideological state apparatuses”, dalam Lenin and Philosophy, h. 127-86. New York: Monthly Review Press.
Asad, T. (1972) “Market model, class structure, dan consent: a reconsideration of Swat political organization”, Man, 7: 74-94.
Asad, T. (1973) “Two European images of non-European rule”, dalam T.Asad (ed.) Anthropology and the Colonial Encounter, h. 103-20. London: Ithaca.
Balibar, E. (1973) “Self criticism: an answer to the question from Theoritical Practice”, Theoritical Practice,7-8: 57-71.
Barth, F. (1967) “Economic spheres in Darfur”, dalam R. Firth (ed.) Themes in conomic Anthropology, h. 149-74. London: Tavistock.
Berthoud, G. (1969-70) “Anthropologie sociale et parenté: quelques reflexions critique sur Kinship and Social Order de Fortes”, Archives Suisses D’Anthropologie Generale., 34: 94-100.
Berthoud, G. (1969-70a) “La validité des concepts de “multicetricité” et de “sphères d’échange” en anthropologie économique”, Archives Suisses D’Anthropologie Generale., 34: 35-64.
Bohannan, P. (1959) “The impact of money on an African subsistence economy”, Journal of Economic History, 19: 491-503.
Bonte, P. (1973) “Quelques problemes théorique de la recherche marxiste en anthropologie”, La Pensée, 171: 86-104.
Brown, J.K. (1970) “Ecnomic organization and the position of women among the Iroquois”, Ethnohistory, 17: 15-167.
Cancian, F.M. (1960) “Functional analysis of change”, American Sociological Review, 25: 818-27.
Cutler, A. (1973) “A letter to Etienne Balibar on the problematic of historical materialisme and response”, Theoritical Practice, 7/8: 51-5.
Deluz, A., Godelier, M. (1967) “A propos de deux textes d’anthropologie économique”, L’Homme, 7: 78-91.
Dupré, G., dan Rey, P.-P. (1973) “Reflection on the pertinence of a theory of the history of exchange”, Economy and Society, 2: 131-63.
Engels, F. (1939) Herr Eugen Dühring’s Revolution in Science. New York: International Publisher.
Friedman, J. (1972) System, Structure and Contradiction of “Asiatic” Social Formation. Ph.D Thesis. New York: Columbia University.
Geertz, C. (1973) Interpretation of Cultures. New York: Basic Books.
Godelier, M. (1972) Rationality and Irrationality in Economics. New York: Monthly Review Press.
Godelier, M. (1972a) “Structure and contradiction in Capital”, dalam R.Blackburn (ed.) Ideology in Social Science, h. 334-68. New York: Vintage Books.
Godelier, M. (1973) Horizon, Trajets Marxiste en Anthropologie. Paris: Maspero.
Godelier, M. (1973a) “Modes de production, rapports de parenté et structures démographiques”, La Pensée, 172: 7-33.
Godelier, M. (1974) “On the definition of a social formation”, Critique of Anthropology, 1: 63-73.
Goody, J. (1971) Technology, Tradition and the State in Africa. Oxford: Oxford University Press.
Gough, K. (1968) “New proposals for anthropologist”, Current Anthropology, 9: 403-7.
Harrison, J. (1973) “The political economy of housework”, Bulletin of Conference of Socialist Economist, Winter: 35-52.
James, W. (1973) “The anthropologist as reluctant imperialist”, dalam T.Asad (ed.) Anthropology and the Colonial Encounter, h. 41-70. London: Ithaca.
Leacock, E.B. (1972) “Introduction”, dalam F. Engels Origin of the Family, Private Property, and the State, h. 7-67. New York: International Publisher.
Lenin, V.I. (1972) Materialism and Empirio-Criticism. Peking: Foreign Language Press.
Lévi-Strauss, C. (1971) L’Homme Nu. Paris: Plon.
Macpherson, C.B. (1965) “Hobbes and bourgeois man”, dalam K.C.Brown (ed.) Hobbes Studies, h. 169-84. Oxford: Blackwell.
Mao Tse-Tung (1966) Four Essays on Philosophy. Peking: Foreign Languages Press.
Marx, K. (1963) The Gotha Program. New York: New York Labor News.
Marx, K. (1964) Economic and Philosophic Manuscripts of 1844. New York: International Publisher.
Marx, K. (1967) Capital, Vol. 1. New York: International Publisher.
Marx, K. (1967a) Capital, Vol. 2. New York: International Publisher.
Marx, K. (1970) A Contribution to the Critique of Political Economy. New York: International Publisher.
Marx, K., dan Engels, F. (1970) The German Ideology, Part 1. New York: International Publisher.
Marx, K. (1972) The Ethnological Notebooks of Karl Marx, suntingan L.Krader. Assen: van Gorcum.
Marx, K. (1973) Grundrisse. Harmondsworth: Penguin Books.
Meillassoux, C. (1967) “Rscherche d’un niveau de détermination dans la société cygnégétique”, Science de l’Homme et de la Société. 6: 95-106.
Meillassoux, C. (1972) “Form reproduction to production”, Economy and Society, 1: 93-105.
Murra, J. (1956) The Economic organization of the Inca State. PhD thesis. Chicago: University of Chicago.
Nicolaus, M. (1973) “Foreword”, dalam K. Marx. Grundrisse. Harmondsworth: Penguin Books.
Pollet, E., dan Winter, G. (1968) “L’organisation sociale du travail agricole de Soninke (Dyahunu, Mali), Cahier d’Etudes africaines, 32: 509-34.
Rey, P.-Ph. (1971) Colonialisme, néo-colonialisme et transition au capitalisme: exemple de la Comilog du Congo-Brazzaville. Paris: Paspero.
Rey, P.-Ph. (1973) Les alliances de classes: sur l’articulation des modes de production, suivi du materialisme historique et luttes de classes. Paris: Maspero.
Sahlins, M.D. (1972) Stone Age Economics. Chicago: Aldine-Atherton.
Sebag, L. (1964) Marxisme et structuralisme. Paris: Payot.
Sève, L. (1970) “Résponse à Maurice Godelier”, La Pensée, 149: 29-50.
Stauder, J. (1971) “The function of functionalism”. Presented to the symposium Marx II: Anthropology and Imperialisme. American Anthropological Association Annual Meeting. New York.
Suret-Canale, J. (1973) “Lewis H. Morgan et l’Anthropologie moderne”, La Pensée, 171: 75-85.
Terray, E. (1972) Marxism and “Primitive” Societies. New York: Monthly Review Press.
White, L. (1949) The Science of Culture. New York: Farrar, Strauss & Cudahy.
Willame, J.C. (1971) “Recheches sur les modes de production cynégétique et lignager”, Science de l’Homme et de la Société, 19: 101-19.
Worsley, P. (1956) “The kinship system of the Tallensi: a reevaluation”, Journal of Royal Anthropological Institute, 86: 37-75.

© Bridget O’Laughlin 1975 / Diterjemahkan oleh Dede Mulyanto / Foto: Business Insider

About the Author

Related Posts

Cara Produksi Berbekal perspektif sebelumnya, kini kita bisa mengkonseptualisasikan beraneka cara...

Metode Marx Jamaknya kesulitan dalam penerapan metode Marx lahir dari betapa berkebalikannya metode...

Bukan suatu kebetulan jika kaum kapitalis dan pekerja saling berhadap-hadapan sebagai penjual dan...

Leave a Reply