Marx memulai analisis dari jenis petukaran komoditi yang paling sederhana yaitu, pertukaran komoditi dengan komoditi. Atau dibahasakan lewat persamaan C—C. Dalam tulisan ini saya membahas dua rumus formal yang diutarakan oleh Marx yaitu, Komoditi – Uang – Komoditi dan Uang – Komoditi – Uang’ (C – M – C dan M – C – M’).

Mari mulai dengan rumus C – M – C. Formalisasi tersebut adalah untuk menyimbolkan tentang apa yang disebut sebagai sirkulasi sederhana dari komoditi. C – M – C, Merepresentasikan pertukaran komoditi yang ditukarkan dengan uang yang berikutnya diikuti dengan pertukaran uang dengan komoditi lainnya (Fox & Johnston, 1978:5). Misal, seorang tukang sol sepatu di Cihapit menjual keterampilannya dalam memperbaiki sepatu, lalu setelahnya ia membeli gorengan di warung Mbok Darmi sebagai solusi untuk mengganjal perut yang lapar. Marx menyebut kecenderungan sirkulasi komoditi seperti ini dengan menjual untuk membeli

Berbeda dari sirkulasi sederhana komoditi, Marx lebih lanjut melihat kecenderungan sirkulasi komoditi dalam bentuk yang lain yaitu, M – C – M. Rumus tersebut menggambarkan pertukaran uang dengan komoditi yang berikutnya ditukarkan kembali dengan uang (Fox & Johnston, 1978:6). Inilah yang disebut dengan sirkulasi kapital yaitu, membeli untuk menjual. Rumus ini sejak jaman dahulu menjadi acuan dasar bagi setiap pedagang di negeri manapun, mereka mengeluarkan sejumlah tertentu uang untuk ditukarkan dengan sejumlah komoditi tertentu yang nanti akan dipertukarkan kembali dengan uang.

Namun, rumus M – C – M akan tidak berarti sama sekali jika uang yang diakhir rumus tersebut tidak lebih besar daripada uang yang berada di awal (Fox & Johnston, 1978:6). Bukan perdagangan namanya kalau tidak cari untung. Maka dengan demikian, rumus sirkulasi kapital bertranformasi menjadi M – C – M’. Ada sedikit perubahan yang terjadi pada rumus sirkulasi kapital yaitu, adanya kategori baru yang masuk, yakni M’. M’ ini mencerminkan keuntungan atau nilai lebih dan rumus terakhir itulah yang disebut sebagai rumus umum kapital.

Kedua rumus di muka sangat berbeda meskipun hampir terlihat serupa. Terdapat batas inheren dalam rumus sirkulasi sederhana komoditi, C – M – C. Oleh karena yang terjadi adalah hanya pertukaran nilai guna. Selama tujuan dari sirkulasi sederhana komoditi adalah untuk merealisasi nilai guna dan selama nilai guna hanya dikonsumsi sekali, sirkulasi sederhana komoditi secara esensial adalah sebuah proses pembatasan diri (Fox & Johnston, 1978:6). Dengan bertumpu pada penjelasan tersebut maka dapat dikatakan bahwa tidak terjadi suatu hal yang ekstensif atau ekspantif dalam rumus sirkulasi sederhana dari komoditi. Hal terjadi karena variabel terakhir dalam rumus itu adalah C yang berarti komoditi. Jadi, semua direduksi pada nilai guna yang tersemat dalam komoditi yang tentu mempunyai kegunaan untuk memenuhi kebutuhan manusia.

Berbeda darinya, rumus umum kapital (M – C – M’) memulai variabel pertama dengan uang. Artinya, seperti yang sudah sedikit disinggung di muka bahwa hasil akhir dari rumus sirkulasi kapital adalah uang yang lebih dari uang yang diinvestasikan di awal. Tujuan dari rumus sirkulasi kapital adalah ekspansi atau penambahan dari nilai tukar suatu komoditi (Fox & Johnston, 1978:6). Tidak juga seperti rumus sederhana sirkulasi komoditi (C – M – C) yang justru terbatas karena variabel dan tujuannya, rumus sirkulas kapital (M – C – M’) tidak terbatas sama sekali. Hal ini disebabkan karena nilai lebih (surplus value) yang menjadi tujuan akhir akhir dari rumus ini sudah menjadi kepastian yang tidak dapat terelakakan.

Landasan kedua rumus umum tersebut tentu berbeda. Jika sirkulasi sederhana komoditi (C – M – C) jelas secara objektif adalah hanya sekadar pertukaran nilai guna dari sebuah komoditi. Maka berbeda dari itu, rumus umum kapital (M – C – M’) menyajikan suatu pertukarkan yang berbasis pada nilai tukar suatu komoditi. Dorongan subjektif yang terkandung dari dua rumus ini juga sangat berbeda. Jika rumus sirkulasi sederhana komoditi ingin memuaskan hasrkat kebutuhan manusia. Rumus umum kapital bertujuan untuk mencari nilai lebih (surplus value).

Foto: Free Images Live

About the Author

Related Posts

Dalam corak produksi kapitalisme, tenaga kerja manusia adalah sebuah komoditi kunci yang unik....

Sebagai teman membaca Das Capital, sangat disarankan kita pun membaca buku Understading Capital...

Kerja mendapatkan kedudukan penting dalam setiap analisis Marx. Marx pun membedakan kerja sebagai...

Leave a Reply