Posts Tagged ‘Belok Kiri Festival’

Agama Islam adalah agama yang tidak bebas nilai. Artinya, kesucian Islam sebagai agama haruslah diperjuangkan, tidak bisa dengan sendirinya hadir dari bawah tanah atau turun dari langit. Memang dogma-dogma agama Islam yang tertulis dalam kitab Al-Quran berasal dari wahyu Allah Subhanahu wa Ta’ala (SWT). Akan tetapi,...

Belok Kiri.Fest adalah kerja kreatif kebudayaan dan intelektual yang digarap secara kolektif oleh kalangan muda negeri ini. Kerja ini adalah perayaan atas perjalanan sejarah gemilang bangsa kita, sejak kebangkitan semangat kebangsaan hingga perjuangan kemerdekaan melawan kolonialisme yang terjadi lebih dari tujuh...

Jika sedang berkendara di jalan raya dan hendak belok ke kiri, kita harus menghidupkan lampu sign ke kiri sebelum memutar kemudi ke kiri. “Keharusan” semacam itu, jika boleh saya sebut demikian, tampaknya berlaku juga saat kita hendak menyoal “kiri” di Indonesia. Apakah betul demikian? Apakah “penanda” itu? Saya akan...

Terlalu kecil bila kita taruh Soekarno hanya sebagai seorang nasionalis. Dengan segala gagasan yang ia cetuskan, Soekarno adalah seorang Nasionalis Kiri. Lebih jauh lagi, Soekarno adalah seorang Marxis. Ketimpangan sosial-ekonomi, ketidakadilan, penindasan, eksploitasi, intimidasi, yang dibawa kolonialisme membuat...

Diskusi di hari kedua Belok Kiri.Fest, selain diisi dengan pembahasan buku Sejarah Gerakan Kiri Indonesia untuk Pemula, juga ada sesi diskusi dengan tema “Kebudayaan yang Emansipatoris.” Sesi ini diisi oleh tiga orang narasumber: Sandyawan Sumardi (aktivis gerakan sosial), Iwan Pirous (antropolog) dan Tia Pamungkas...

Sabtu 27 Februari 2016, seperempat jam sebelum pukul empat sore, puluhan orang berkumpul di pelataran kantin Taman Ismail Marzuki. Mereka berkumpul untuk menyimak konferensi pers komite pelaksana Belok Kiri.Fest. Belok Kiri.Fest adalah sebentuk perlawanan kesadaran, berformat festival, terhadap moralitas dan...

Buku Sejarah Gerakan Kiri Indonesia untuk Pemula adalah buku sejarah pertama yang ditulis berdasarkan sudut pandang kelas pekerja (buruh dan tani). Berlawanan dengan diktat sejarah yang umum dikunyah para pelajar Indonesia, buku ini menyajikan narasi yang sepenuhnya lain, kalau bukan berkebalikan, dari tuturan rezim...

Sejarah berulang dalam dua bentuk, berkecambah sebagai tragedi atau tumbuh sebagai lelucon. Keduanya sama-sama merupakan benih yang ditanam Orde Baru sepanjang kekuasaannya. Sejarah sebagai tragedi adalah pembantaian, penghapusan, penghilangan, pelarangan, dan penindasan atas sikap kritis. Kata-kata tersebut terngiang...

Apa yang penting dari sebuah rekonstruksi? Rekonstruksi dilakukan untuk mengetahui secara detail tentang kejadian-kejadian yang ada sebelum sesuatu itu terjadi. Misalnya, sekelompok polisi yang melakukan suatu rekonstruksi ihwal kejadian kriminal. Sebuah rekonstruksi dilakukan dengan cara “membekukan” momen dari waktu...